Tanggal Posting

November 2012
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Aktifitas


Berita fitnah

“Berita rencana penghancuran makam Nabi bersumber dari Iran, dinilai fitnah untuk adu domba”

Beredar kabar Pemerintah Arab Saudi berencana memperluas Masjid Nabawi di Madinah. Hal itu menimbulkan kekhawatiran di banyak pihak jika makam Nabi Muhammad akan dihancurkan.

Kabar ini pertama kali dihembuskan oleh kantor berita Iran, Fars News Agency, yang kemudian dikutip sejumlah media di Indonesia, Senin (29/10/2012) lalu, di antaranya situs resmi NU (nu.or.id) dengan judul yang bombastis, Saudi Bakal Hancurkan Makam Nabi dan Sahabat (Selasa, 30/10/2012 17:36) dan disusul  tulisan-tulisan berikutnya.

Menurut kantor berita itu, pengahancuran makam Rasulullah SAW merupakan bagian dari rencana pemerintah Arab Saudi yang akan menghancurkan seluruh situs bersejarah Islam, termasuk Masjid Nabawi dan 3 masjid lainnya yang merupakan masjid tertua di dunia.

Inilah berita yang mengomentarinya, dan di bagian bawah berita asalnya.

***

MUI: Rencana hancurkan Makam Nabi Muhammad SAW, fitnah untuk adu domba umat Islam

Kamis, 1 November 2012 10:52:59

JAKARTA (Arrahmah.com) – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Amidan mengatakan kabar yang menyebutkan Pemerintah Arab Saudi akan menghancurkan Masjid Nabawi beserta Makam Nabi Muhammad Saw adalah isu belaka. Dia menilai isu tersebut sengaja dihembuskan untuk mengadu domba kalangan Muslim, seperti diketahui Arab Saudi dalam manhajnya menisbatkan diri kepada dakwah Salafiyah.

“Memang mau diperluas tapi kondisi makam tidak akan berubah. Selain itu kan makam ada di dalam masjid,” kata Amidhan seperti dikutip merdeka.com, Rabu (31/10/2012).

Dia mengatakan, di Arab Saudi isu tersebut tak beredar. Karenanya, ia mempertanyakan asal isu itu beredar. “Enggak ada sama sekali. Tenang-tenang saja di sini,” kata Amidhan yang saat ini berada di Madinah usai menunaikan haji.

Menurutnya, pemerintah Arab Saudi juga tak bakal berani melakukannya. Sebab, jika hal itu terjadi, Pemerintah Arab Saudi akan didemo seluruh umat muslim di dunia.

“Pasti akan dimusuhi sama semua umat muslim di dunia, pasti akan didemo. Tidak akan tinggal diam pasti umat muslim,” kata Amidan.

Sebelumnya beredar kabar Pemerintah Arab Saudi berencana memperluas Masjid Nabawi di Madinah. Hal itu menimbulkan kekhawatiran di banyak pihak jika makam Nabi Muhammad akan dihancurkan.

Kabar ini pertama kali dihembuskan oleh kantor berita Iran, Fars News Agency, yang kemudian dikutip sejumlah media di Indonesia, Senin (29/10/2012) lalu.

Menurut kantor berita itu, penghancuran makam Rasulullah SAW merupakan bagian dari rencana pemerintah Arab Saudi yang akan menghancurkan seluruh situs bersejarah Islam, termasuk Masjid Nabawi dan 3 masjid lainnya yang merupakan masjid tertua di dunia.

Sebagai gantinya, dikatakan, pemerintah Arab Saudi merencanakan pengembangan proyek ekspansi yang bernilai multi miliar poundsterling.

Bahkan rencana penghancuran Masjid Nabawi di Madinah, tempat di mana Nabi Muhammad SAW dimakamkan, akan dimulai bulan depan seusai musim Haji. Kemudian, di atas tanah situs paling bersejarah tersebut, pemerintah Saudi akan membangun gedung terbesar di dunia yang bisa menampung 1,6 juta orang.

Dikatakan selanjutnya, pengembangan Masjid Nabawi sebagian besar nantinya akan mengambil bagian sayap barat dari masjid. Dalam sayap itu, terdapat makam 2 khalifah sekaligus sahabat Nabi Muhammad SAW, yaitu Abu Bakar Siddik RA dan Umar bin Khattab RA.

Mengutip Dr.Irfan al-Alawi dari Yayasan Riset Warisan Islam, Fars menyebutkan rencana itu sudah digulirkan sejak 2007 lalu, dimana Kementerian Urusan Islam Arab Saudi merilis pamflet yang isinya rencana penghancuran makam Rasulullah SAW dan situs bersejarah lainnya. Pamflet tersebut disusun oleh Mufti Besar Arab Saudi, Abdulaziz al-Sheikh. Bahkan, di dalam pamflet disebutkan, penghancuran kubah masjid dan meratakan makam Nabi Muhammad, Abu Bakar dan Umar berdasarkan fatwa Abdulaziz al-Sheikh.

Suara Islam Online telah berusaha menghubungi Kedubes Saudi Arabia di Jakarta melalui Atase Pers Nawwaf Algarnas. Tetapi hingga berita ini diturunkan handphonenya dalam keadaan mati. Pesan singkat yang dikirimkan SI Online juga belum dijawab. (bilal/SI-online/arrahmah.com)

 

Masjid-masjid Sunni dihancurkan, ulama dan tokoh sunni dibunuhi di Iran

Berita-berita tentang Iran yang agamanya Syi’ah telah menghancurkan masjid-masjid Sunni, bahkan di Teheran tidak ada masjid Sunni, hingga kaum Sunni kalau berjum’atan harus di kedutaan-kedutaan Negara-negara Islam, apakah pernah dimuat oleh situs resmi NU itu atau tidak, wallahu a’lam.

Juga para ulama dan tokoh Sunni yang disembelihi dan dibunuhi pemerintah syiah Iran pernah dimuat di situs resmi NU atau tidak, wallahu a’lam, walau mengaku ahlus sunnah wal jamaah.

Berita nyata yang sudah jelas merugikan Ahlussunnah seperti tersebut, belum tentu dimuat apalagi dibesar-besarkan. Tetapi berita bersumber dari Iran yang belum tentu sumbernya bisa dipercaya (karena orang syiah sudah dikenal di dunia memang paling pembohong lantaran agamanya –syiah punya andalan taqiyah yakni berbohong untuk menutupi keyakinannya) mengenai apa yang disebut penghancuran kuburan Nabi yang beklum jelas kebenarannya justru sebegitu dibesar-besarkannya dengan disusul tulisan-tulisan yang begitu bersemangatnya.

Bila itu memang isu fitnah, maka sudah ada ancaman dari Allah Ta’ala:

وَلَا يَحِيقُ الْمَكْرُ السَّيِّئُ إِلَّا بِأَهْلِهِ

… rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri. (QS Fathir/ 35: 43).

Semoga saja justru kuburan-kuburan yang selama ini dipuja dan dikeramatkan dimana-mana segera bangunannya dihancurkan oleh Allah Ta’ala dan tidak dipuja lagi, hingga aqidah mereka selamat dari dosa terbesar yakni syirik, menyekutukan Allah Ta’ala dengan selain-Nya.

(nahimunkar.com)

link: http://nahimunkar.com/18632/


Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>